SEJARAH WADUK SETUPATOK


SEJARAH WADUK SETUPATOK




Waduk setupatok atau yang biasa dibilang oleh masyrakat sekitar sebagai danau Setupatok. Merupakan waduk yang berada di Desa Setupatok, Kecamtan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan fakta yang didapat dari beberapa narasumber yang tinggal disekitar Waduk Setupatok bahwa sebenarnya Waduk Setu patok ini dibangun oleh Belnada ketika Belanda menjajah Indonesia. Waduk ini dibuat pada tahun 1918-1921 dengan tanah yang berasal dari tanah warga yang dikontrak Belanda selama 22 tahun. Waduk Setu patok dibangun karena dianggap letaknya yang sangat strategis.
Setu patok merupakan waduk yang terlatak di daerah Mundu Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Lokasinya yang dekat pusat Kota Cirebon membuat daerah waduk setu patok tidak sepi dari pengunjung . Waduk ini biasanya dimanfaatkan oleh warga atau masyarkat sekitar untuk kebutuhan seharinya-harinya seperti untuk mencuci pakaian, mencuci piring, mandi dan masih bvanyak lagi. Ada juga yang memanfaatkan waduk ini untuk mencari ikan, menurut warga sekitar di waduk setu patok ini terdapat banyak jenis-jenis ikan air tawar yang mengingat waduk setu patok ini sangat luas yang berpontesi memiliki banyak ikan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar waduk setu patok. Air waduk setu patok ini juga dimanfaatkan warga sekitar untuk mengakiri sawah-sawah mereka dan kebun-kebun mereka. Waduk setu patok juga sangat bermanfaat untuk masyarkat sekitarnya yang bisa dapat membantu untuk meringankan keaddan ekonomi mereka dengan mendirikan warung kecil-kecilan di sekitar waduk setu patok ini dengan adanya wisata waduk setu patok ini sebenernya masyarakat disana bisa sangat terbantu karena banyanynya pengunjung yang berkunjung ke tempat wisata waduk setu patok tersebut kususnya pada hari-hari libur yang jumlah pengunjung bisa bertambah 2 kali lipat dari hari- hari biasanya.
Selain yang banyak manfaatnya waduk setu patok juga mempunyai beberapa spot foto yang menarik bagi para pengunjung

Waduk setu patok juga mempunyai cerita mistis yang katanya di dalam waduk setu patok terdapat seekor buaya putih yang disebut-sebut sebagai penunggu di waduk setu patok tersebut. Selain di didalam waduk setu patok rupanya masih ada cerita mstis lainya yang terdapat di bukit waduk setu patok disana kabarnya terdapat 4 makam yang di kramatkan oleh warga sekitar waduk setu patok makamnya berukuran cukup besar lebar dan panjang yang tidak sama pada makam-makam yang biasanya kita lihat. Pada saat musim penghujan datang air waduk pun mulai pasang, secara kasat mata permukaan air di waduk setu patok terlihat tenang  jadi para pengunjung harap berhati-hati ketika berada di lokasi tersebut . Menurut Amah (70) selaku kuncen pada masa lalu, mengatkan dari sejarah keberadaan waduk setu patok memang pernah terjadi perselisihan antar tokoh desa lain di kecamtan Mundu Cirebon. Tokoh desa penpen selaku kuncen waduk setu patok, Ki Buyut  Entol dahulu kala berhasil membendung luapan air saat bendungannya selalu jebol. Apa yang dilakuka Ki buyut Entol membuat beberapa tokoh dari desa lain iri dan mengirim sosok belut putih untuk merusak hasil kerja Ki Buyut Entol yang berhasil membendung Waduk Setupatok ynag jebol.
Mengetahui adanya kiriman belut putih yang sengaja dikirim untuk merusak bendungan waduk Setupatok. Ki Buyut mengeluarkan sesumbar yang isinya air Waduk Setupatok tidak akan ramah pada orang-orang dan keturunan orang yang mengirimkan belut putih untuk merusak bendungan waduk.

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sy baru saja melihat sendiri penampakan makam saat nauk ke bukit, di atas ad satu makam, dan 3 makam lainnya agak turun di kaki bukit sebelah utara klo ga salah. Tidak ada papan nama di makam2 tersebut... Makam2 siapakah tsb?

    BalasHapus