BUKTI KISAH
CINTA KIAI MUQOYYIM
Setupatok adalah nama bendungan yang terletak di desa
Setu Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Bagi masyarakat Cirebon, nama Setu
Patok bukanlah nama yang asing. Selain bendungan ini mampu mengairi hektaran
sawah, juga menjadi wisata domestik. Pemerintah Kabupaten Cirebon telah membuat
setu patok sedemikian rupa sehingga Setu Patok sangat menarik untuk dikunjungi
oleh wisatawan domestik, terutama di hari minggu atau hari libur. Di daerah
ini, konon dahulu kala sering terjadi banjir. Sungai Nanggela, yang mengaliri
melalui desa setu sering meluap dan membanjiri desa setu dan sekitarnya.
Apalagi di musim hujan, desa setu dan sekitanya telah menjadi langganan banjir.
Tentu hal ini membuat masyarakat desa setu dan sekitarnya merasa tidak nyaman
dan sengsara bila banjir datang. Bukan itu saja, pertanian masyarakatpunmenjadi
rusak dan bahkan kadang sampai membuat gagal panen. Tentu persoalan ini
merupakan persoalan yang sangast serius bagi masyarakat.
Ternyata persoalan masyarakat tersebut dpikirkan
dengan sangat serius oleh seorang tokoh kharismatik desa setu yang juga masih
keturunan Pangeran Luwung yaitu Kiai Entol Rujitnala. Selain disegani, Kiai
Entol Rujitnala terkenal sangat sakti. Sebagai pemuka masyarakat yang sangat
peduli dengan berbagai persoalan yang di hadapi oleh masyarakat, Kiai Entol
Rujitnala terus berfikir bagaimana caranya agar masyarakat desa setu dan
sekitarnya terhindar dari banjir. Maka dengan di bantu oleh seluruh masyarakat,
Kiai Entol Rujitnala membuatan bendungan untuk menampung luapan sungai Nanggela
yang sering mengakibatkan banjir. Namun setelah bendungan jadi, kesengsaraan
masyarakat desa setu dan sekitar belum juga surut. Bendungan yang dibuat kiai
entol rujitnala dan masyarakat, ternyata belum mampu menahan luapan sungai
Naggela. Kalau tidak bocor, kadang bobol. Hal ini membuat Kiai Entol Rujitnala
terus berfikir keras bagaiman membuat bangunan bendungan yang kokoh. Sudah
berkali-kali bendugan itu di perbaiki, namun setiap kali ada banjir selalu saja
bocor, dan bahkan malah bobol. Karena tekadnya yang kuat untuk menolong
masyarakat, akhirnya kiai entol rujitnalan memutuskan untuk membangun kembali
bendungan dengan cara sayembara itu di umumkan siapa saja yang sanggup untuk
membangun bendungan yang kokoh sekaligus tidak terjadi lagi banjir, akan
dinikahkan dengan utrinya yang cantik dan elok rupawanj yaitu Nyai Ratu
Randulawang. Setelah sayembara di umum kan, datanglah seorang pemuda yang gagah
dan digdaya. Ia memperkenalkan dirinya bernama Muqoyyim seya menjelaskan
kehadirannya untuk ikut sasyembar. Dengan kerendahan hati dan penuh sopan
santun, Kiai muqoyyim mengutarakan bahwa dirinya sanggup menyempurnakan
bangunan bendungan setu sebagimana yang diharapkan oleh Kiai Entol Rujitnala,
tapi dengan satu syarat yaitu Kiai Entol Rujitnala agar turut membantunya.
Melihat tutur kata yang sopan dan santun serta penampilan yang simpatik serta
rendah diri, Kiai Entol Rujitnala bersedia memenuhi persyaratan yang dianjukan
oleh Kiai Muqoyyim. Tidak beberapa lama sesuai pembicaraan, keduanya berangkat
menujubendungan.
Setibanya di bendungan, Kiai Muqoyyim langsung
memasang patok di setiap sudut bendungan. Kemudian dari kantong jubahanya, Kiai
Muqoyyim mengeluarkan seutas benang. Benang benang itu lalu dililitkan dari
satu patok ke patok yang lainnya. Maka terpancanglah benang dari satu patok ke
patok yang lain. Masyarakat yang melihat ulah kiai muqoyyim tentu
terheran-heran. Untuk apa gerangan seutas tali yang dililitkan dari satu patok
ke patok yang lain? Kira-kira begitulah pertanyaan yang muncul dari masyarakat
yang melihat ulah Kiai Muqoyyim. Selasai memasang benang, Kiai Muqoyyim
kemudian duduk bersila di samping kiai entol rujitnala. kiai muqoyyim munajat
kepada allah, begitupun kiai entol rujitnala. Kedua tokoh tersebut berdo’a
dengan khusyu’ kepada Allah SWT. Dan saat itu, berkat pertolongan dan izin
allah, tiba-tiba terjadi keajaiban. Benang yang dililitkan pada patok-patok
tadi, berubah menjadi sebuah bendungan yang kuat dan kokoh bagai bukit beton
yang tak terpecahkan. Kejadian tersebut selain menakjubkan masyarakat, juga di
sambut gembira oleh masyarakat desa tersebut. Harapan masyarakat agar desanya
tidak dilanda banjir kembali, akan menjadi kenyataan. Dan memang benar, setelah
kejadian tersebut, desa setu dan sekitarnya tidak pernah kebanjiran lagi.
Masyarakat dapat menanam padi, palawija dan tanaman yang lainnya tanpa takut
terkena banjir bahkan sebaliknya, periran menjadi semakin baik dan lancar
walaupun masa kemarau datang. Dan karena itulah desa ini dinamai desa setu
patok. Artinya bendungan dari patok.
Sesuai dengan
ketentuan sayembara, bahwa siapa saja yang mampu memperbaiki bendungan sehingga
dapat menahan luapan sungai naggela, akan dijodohkan dengan Nyi Ratu
Randulawang. Karena yang mampu membuat bendungan adalah Kiai Muqoyyim, maka ia
dinikahkan dengan putri Ki Entol Rujitnala yaitu nyi ratu randulawang. Konon,
karena nyi ratu randulawang mendapat jodoh Kia Muqoyyim melalu pinangan
sayembara, maka Nyai Ratu Randuwalang terkenal dengan sebutan nyai pinang.
0 Komentar